Profil Ma’had Jamiah Mathali’ul Falah

298

mahad (1)

Pesantren adalah model pendidikan tertua di tanah air Indonesia. Bahkan saking tuanya para ahli berbeda pendapat mengenai kapan model pendidikan pesantren ini lahir untuk pertama kalinya. Namun mereka tidak lagi berbeda pendapat ketika menilai sumbangsih pesantren dari masa ke masa terhadap pembentukan karakter pribadi, masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesantren sebagai sebuah lembaga -bahkan sistem- pendidikan, keilmuan, moral dan dakwah terbukti telah menyumbangan segala keluhuran nilai dan outpot-nya secara tulus ikhlas.

Namun seiring tuntutan perkembangan jaman, pesantren tidak dapat dan tidak boleh menutup diri dan hanya merasa bangga dengan kiprahnya selama ini. Dinamika kehidupan pribadi, masyarakat dan bangsa serta negara  menuntut pesantren harus selalu bersikap dinamis, jika tidak mau kehilangan elan vitalnya. Demikianlah gambaran fakta dan tantangan bagi pesantren di satu sisi.

Pada sisi yang lain, pendidikan tinggi -khususnya perguruan tinggi- sebagai sebuah institusi pendidikan mulai banyak dipertanyakan efektifitasnya, terutama dalam aspek penanaman nilai-nilai moral, susila dan sosial. Banyak pihak menilai bahwa sumber permasalahannya adalah  miskinnya orientasi dan distorsi terhadap makna pendidikan yang sesungguhnya.  Adalah ironi, apabila kwantitas lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang terus melaju tinggi, justru berbanding lurus dengan naiknya tingkat kerusakan moral, susila dan sosial di masyarakat, menambah kompleksnya permasalahan pengangguran terdidik dan kriminalitas pendidikan.

Dari dua sisi kenyataan di atas, menghadirkan pesantren di kampus maupun mendirikan kampus di pesantren (secara sederhana dapat disebut mempesantrenkan kampus dan mengkampuskan pesantren) adalah sebuah ikhtiar yang masuk akal, aktual dan ideal. Dan agar tidak berhenti pada jargon semata dan sekaligus sebagai sebagai sarana menjamin berlangsungnya transformasi nilai-nilai luhur pesantren dari dan kepada nilai-nilai unggul kampus secara integrative maka kehadiran fisik pesantren menjadi sangat urgen.

Institut Pesantren Mathali’ul Falah -yang memiliki akar sejarah satu abad, yakni melalui Perguruan Islam dan selalu disebut Pesantren itu- dituntut dan harus mampu melakukan dinamisasi dan aktualisasi diri sebagai sebuah lembaga pendidikan dan pesantren tinggi. Salah satu ikhtiar menuju ke sana adalah dengan mendirikan dan mengelola pesantren kampus yang diberi nama Ma’had Jami’ah Mathali’ul Falah.

SHARE
Previous articleEtika Islam
Next articleVisi-Misi Ma’had

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here