Etika Islam

98

Oleh: H. Ali Subhan. MA.

Islam adalah salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusiaan secara agung dan mulia. Nilai-nilai kesetaraan, keadilan, toleransi, dan perdamaian menjadi nilai-nilai yang mendasari semua aspek kehidupan manusia. Hal ini karena Islam yang berakar pada kata “salima” dapat diartikan sebagai sebuah kedamaian yang hadir dalam diri manusia dan bersifat fitrah. Kedamaian akan hadir, jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan diri ke arah bagaimana memanusiakan manusia atau memposisikan dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang bukan saja unik, tapi juga sempurna. Namun jika sebaliknya, manusia mengikuti nafsu dan tidak berjalan seiring fitrah, maka ancaman Allah berupa adzab dan kehinaan akan datang.

Akhlak atau etika adalah  tatanan perilaku berdasarkan  sistem tata nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat tertentu. Di dalam Islam, etika yang diajarkan berbeda dengan etika-etika lain, misalnya etika  dalam filsafat.

Etika Islam memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Etika Islam mengajarkan dan menuntun manusia kepada tingkah laku yang baik dan menjauhkan diri dari tingkah laku yang buruk.

2. Etika Islam menetapkan bahwa yang menjadi sumber moral, ukuran baik dan buruknya sesuatu adalah Al-Qur’an dan al-Hadits.

3. Etika Islam bersifat universal dan komprehensif, maksudnya dapat diterima dan menjadi pedoman seluruh umat manusia kapanpun dan dimanapun mereka berada.

4. Etika Islam mengatur dan mengarahkan fitrah manusia ke jenjang akhlak yang luhur dan mulia serta meluruskan perbuatan manusia sebagai upaya memanusiakan manusia.

5. Etika Islam merupakan pedoman mengenai perilaku individu maupun masyarakat di segala aspek kehidupan manusia

Etika Islam didasari oleh dua prinsip berikut :

 1. Fitrah Manusia.

Yaitu naluri alami (fitrah) yang diberikan oleh Allah kepada manusia sejak pertama kali diciptakan. Dengan adanya naluri ini, orang dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.

2. Dasar Hukum dan Agama

Hukum dalam Islam tidaklah negatif dalam arti memaksa kesadaran kita untuk mematuhinya. Sebaliknya, instruksi hukum disampaikan sedemikian rupa sehingga memunculkan kesadaran untuk melihatnya sebagai kebenaran. Dengan demikian hukum itu menjadi bagian dari kesadaran manusia itu sendiri.

Keutamaan etika dalam Islam

Islam adalah agama yang sempurna. Semua tatanan kehidupan diatur oleh Islam berdasarkan etika-etika yang dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah SAW. Ada beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan etika dalam Islam, diantaranya:

  1.  Sebagai tolak ukur kesempurnaan iman. Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya.”
  2. Selalu disertakannya perintah untuk berakhlak mulia dengan  perintah bertaqwa. Tatkala Rasulullah SAW menasehati sahabatnya, beliau selalu menggandengkan antara perintah untuk bertaqwa dengan perintah untuk berakhlak mulia kepada sesama manusia, sebagaimana hadits riwayat Abi Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di manapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.
  3. Menjadikan timbangan amal di akhirat semakin berbobot. Dalam timbangan (mizan) amal pada Hari Kiamat tidak ada yang lebih berat daripada aklak yang baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik.” . Juga sabda beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.”
  4. Dekat dengan Rasulullah di Hari Kiamat. Dari Jabir Ra berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku kedudukannya di Hari Kiamat adalah yang terbaik budi pekertinya.”
  5. Dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah Ra dimana dia mengabarkan bahwa suatu saat Rasulullah SAW pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk surga. Beliau SAW menjawab : “Taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”

                Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah seharusnya setiap orang Islam mempunyai akhlak yang baik sebagai perhiasannya. Apabila set iap insan berinteraksi dengan akhlak yang mulia serta menjauhkan diri dari perbuatan- perbuatan tercela, maka pada akhirnya tercipta sikap saling mencintai terhadap sesama danmenimbulkan perasaan tenang, aman dan tenteram. Semua itu merupakan jalan menuju kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.  Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah SWT yang memiliki akhlak yang mulia. Amin ya rabbal ‘alamin. Wallahu Ta’ala a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here